Pemuda perlu kembangkan literasi sejarah melalui sejarah lokal
Program Studi S2 Pendidikan sejarah Universitas Negeri Jakarta mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa (26/7).

Elshinta.com - Program Studi S2 Pendidikan sejarah Universitas Negeri Jakarta mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa (26/7).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teori 4 P4TK Pertanian, VEDCA (Vocational Education Development Center For Agriculture) Kemdikbud, Kabupaten Cianjur ini mengambil tema utama “Penguatan karakter melalui Literasi Sejarah” dengan sasaran utama difokuskan kepada para pemuda.
Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Sejarah UNJ Dr. Kurniawati, M.Si yang juga ketua kegiatan mengatakan bahwa banyak aspek dalam sejarah yang bisa digali dari daerah, termasuk Desa Bobojong yang memiliki kekayaan budaya.
"Salah satunya yang paling menarik dari Kabupaten Cianjur sendiri adalah tiga pilar masyarakat yaitu Maos, Mamaos, dan Maenpo," kata Kurniawati.
Menurut dosen yang juga penulis buku Sejarah Rusia Masa Ryurik Hingga Modern, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, para pemuda diajak secara langsung untuk menggali sejarah dari Desa Bobojong. Para pemuda yang terdiri dari 28 orang dibagi ke dalam tiga kelompok.
"Setiap kelompok ditugaskan untuk mencari informasi sejarah terkait tiga masalah penting yaitu sejarah Desa Bobojong, kebudayaan, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Peserta ditugaskan untuk menyusun cerita sejarah selama satu bulan sebelum kegiatan dilaksanakan," katanya.
Setelah mendapatkan informasi terkait dengan sejarah Desa Bobojong, lanjut Kurniawati, para pemuda mempersentasikan hasil kerja dan tugas mereka.
Diakui Kurniawati, semangat dan antusias pemuda sangat terlihat ketika masing-masing kelompok mulai mempersenatsikan hasil kerja mereka. "Setiap kelompok memaparkan hasil kerja mereka di hadapan peserta lainnya dengan menampilkan PPT, gambar dan film," ujarnya.
Kurniawati mengakui, dari hasil temuan yang berhasil digali para pemuda ditemukan cerita sejarah yang menarik dari Desa Bobojong. Dalam cerita sejarahnya wilayah Mande memiliki sosok-sosok pahlawan yang luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ini terbukti dengan adanya tugu monumen perjuangan dan terdapat 53 pahlawan yang telah gugur.
"Sementara, dalam segi budaya Desa Bobojong memiliki keunikan yang sangat menarik yaitu tiga pilar budaya yaitu maos, mamaos, dan maenpo. Budaya ini terus dilestarikan oleh masyarakat ke setiap generasi dan sudah menjadi ikon budaya untuk dipelajari jika berkunjung ke Kabupaten Cianjur," urai Kurniawati.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bobojong dibuka langsung oleh Direktur Pascasarjana UNJ, Prof. Dr. Dedi Purwana, ES, M.Bus. Sedangkan mewakili Kabupaten Cianjur, Asisten Daerah I Arif Purnawarman, SAP.
Dalam kegiatan tersebut, Desa Bobojong resmi ditetapkan sebagai desa binaan Pascasarjana UNJ.